Kena Maag, bisakah Puasa?

Kena sakit Maag, bisakah Puasa? Bagi penderita penyakit maag fungsional, suatu penyakit maag yang terjadi apabila pada pemeriksaan dengan endoskopi tidak didapatkan kelainan secara anatomi, berpuasa justru akan mengurangi keluhan penyakitnya. Hal ini karena, selama berpuasa, pola makan akan lebih teratur dengan waktu yang sama setiap hari yaitu saat sahur dan berbuka, serta adanya ketenangan hati. Agar puasa semakin fit, berikan Liquid Chlorophyll saat berbuka puasa, Spirulina setelah berbuka puasa, setelah sholat tarawih dan setelah sahur, dan Colostrum menjelang tidur. Anda juga dapat memberikan jajaran produk Synergy lainnya sesuai kebutuhan.

Untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang sakit maag dan keadaan tubuh saat puasa mari simak pernyataan dr. Prapti saat seminar kesehatan mengenai “Puasa Bagi Penderita Maag”.

Apa yang terjadi saat puasa?

Ketika menjalankan puasa selama satu bulan, apa yang terjadi dalam tubuh?

Ada 4 step proses yang terjadi dalam tubuh kita.
Step 1 :
– Tekanan darah dan gula darah menuurun.
– Merasa tidak nyaman karena hari hari yang sulit saat beradaptasi biasanya disertai dengan sakit kepala, lapar, pening dan mual.

Step 2 :
– Tubuh terbiasa dengan puasa, sistem perncernaan “istirahat” walaupun tetap bekerja. Istirahat disini artinya tidak kemasukan makanan dalam waktu tertentu. D fokus dengan cleansing atau pembersihan, antibody berjalan lebih baik lagi karena tidak ada makanan yang masuk otomatis bakteri yang masuk berkurang.
– Sel darah putih bekerja lebih aktif karena makanan yang harusnya masuk yang bisa menjadi bahan antibody ternyata berkurang sehingga sel darah putih sebagai tentara dalam tubuh bekerja lebih aktif.
– Sel mengalami proses perbaikan secara aktif.

Step 3:
– Level energy meningkat
– Konsentrasi lebih tajam
– Saat puasa proses healing terjadi,

Step 4:
– Sudah terbiasa, lebih berenergi
– Toxin dapat keluar lebih sempurna karena tubuh sudah beradaptasi.

Perlu dicatat bahwa setiap orang mengalami step step ini berbeda beda.

Selanjutnya bagaimana dengan saluran cerna?
Ketika kita makan, makanan masuk kedalam esopagus atau kerongkongan, kemudian masuk ke dalam lambung untuk ditampung dan keluar ke usus halus. Lambung ini bekerja tidak hanya mengeluarkan asam lambung tetapi juga lendir dan terus berkontraksi karena tugasnya untuk mencampur semua makan yang masuk.

Axis Otak dan Lambung

Sebenarnya lambung punya kaitan yang sangat erat dengan otak. Karena bagaimanapun perintah perintah yang dari otak akan dilakukan di lambung. Ini saling memperngaruhi baik itu motelitas atau otak mempengaruhi motelitas atau dinding lambung, lalu sekresi terkait dengan sel sel didalam lambung yang mengeluarkan zat szat yang diperluakan, transportasi nutrisi dan keseimbangan mikriba saling memperngaruhi. Gangguan didalam lambung juga mempengaruhi gangguan di otak. Misalnya gangguan yang menyebabkan tidak nyaman dan sebaliknya akan mempengaruhi neurotransmiter didalam otak. Lalu kecemasan juga akan sangat mempengaruhi kedua organ tersebut. Bisa jadi karena mungkin lapar mengakibatkan marah marah, akan memperngaruhi mood dan tidak bersemangat.
Karena otak berhubungan dengan lambung pasti akan melibatkan sistem saraf. Dalam tubuh ada Syaraf Simpatis dan Syaraf Parasimpatis. Syaraf simpatis adalah yang mempengaruhi persyrafan Lambung, Ginjal, Usus Halus dan usus besar. Syaraf Para simpatis adalah syaraf terkait
ekskresi, atau pengeluaran lendir atau cairan yang dikeluarkan oleh dinding lambung.
Maka perlu disadari bahwa dimana ada gangguan lambung akan mempengaruhni syraf dan otak.

Maag/Gastritis

adalah peradangan pada dinding lambung. Ini bukanlah penyakit, namun sebuah kondisi yang disebabkan oleh berapgam faktor yang berbeda, seperti konsumsi alkohol berlebihan, stres, muntah muntah yang kronis (ibu hamil), atau obat obatan tertentu. Penyebabnya karena gaya hidup, pola makan, obat kimia, stress dan bakteri.

Gejala yang bisa muncul antara lain berupa rasa nyeri atau ngilu pada perut bagian atas, mual, muntah, serta kehilangan nafsu makan. Dan pada kasus gastritis yang terbilang parah, yaitu akibat terjadinya pengikisan dan pendarahan pada lapisan lambung. Gejala yang timbul bisa berupa tinja berwarna merah atau hitam dan muntah darah.

Gastritis akut umumnya disebabkan oleh:Makanan yang mengandung kadar asam tinggi (makanan bercuka atau buah-buah-buahan telalu asam).Makanan yang terlalu pedas. Efek samping penggunaan obat-obatan pereda rasa sakit, seperti ibuprofen, aspirin, dan obat anti inflamasi non steroid (OAINS).
Jika dibiarkan, semua kasus gastritis akut bisa berubah menjadi gastritis kronik. Gastritis kronis pada umumnya disebabkan oleh: Infeksi bakteri H. pylori dan pemakaian obat-obatan pereda rasa sakit dalam jangka lama.

Solusi Sakit Maag saat Puasa

– Menyadari memiliki sakit maag, karena kalau tidak sadar maka tidak ada kepekaan terhadap tubuh kita.
– Minum hangat (tidak minum es ketika berbuka puasa)
– Menyeleksi makanan saat berbuka puasa, hindari rasa ekstrim seperti manis atau pedas berlebihan
– Mengunyah makanan sampai lembut, baru ditelan
– Happy menjalankan puasa

Bagi penderita penyakit maag fungsional, suatu penyakit maag yang terjadi apabila pada pemeriksaan dengan endoskopi tidak didapatkan kelainan secara anatomi, berpuasa justru akan mengurangi keluhan penyakitnya. Hal ini karena, selama berpuasa, pola makan akan lebih teratur dengan waktu yang sama setiap hari yaitu saat sahur dan berbuka, serta adanya ketenangan hati. Agar puasa semakin fit, berikan Liquid Chlorophyll saat berbuka puasa, Spirulina setelah berbuka puasa, setelah sholat tarawih dan setelah sahur, dan Colostrum menjelang tidur. Anda juga dapat memberikan jajaran produk Synergy lainnya sesuai kebutuhan.

Silahkan hubungi Sayu Sukerti melalui Whatsapp atau SMS di no 081805462515 untuk order dan pertanyaan – pertanyaan lainnya mengenai Paket Gastritis – Gangguan Maag.

Suka artikel ini? Mohon dishare ya!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *